
Protein hewani merupakan asupan nutrisi protein yang
berasal dari hewan atau produk olahannya. Salah satu protein hewani yaitu
daging sapi, daging sapi banyak digemari oleh banyak orang karena rasanya yang
lezat dan gurih. Namun kita harus tau bagaimana sih cara mengolah daging sapi
dengan benar agar tidak mengurangi rasa lezat dan gurih dari daging sapi
tersebut.
Semoga dapat menjadi tambahan yang mungkin saja
bisa membantu Anda untuk membeli, mengolah, menyimpan sampai dengan
mengkonsumsi daging sapi. Berikut caranya :
·
Bentuk dari potongan
daging bervariasi dari daging fillet untuk steak sampai daging empal. Sekilas
tampilan memang mirip tapi ditilik lebih dalam, tekstur dan lemak yang ada
membuatnya sangat berbeda. Pastikan Anda memilih dengan benar.
·
Terbagi atas 14 jenis
potongan utama dalam setiap ekor sapi, bagian dalam selalu digunakan untuk
steak karena sedikit lemak. Untuk bagian lainnya, Anda dapat mengolah sesuai
dengan resep hidangan yang dibuat.
·
Tersedia dua jenis
daging sapi segar dan beku. Temperatur rendah diperlukan untuk menyimpan daging
dalam waktu panjang keduanya sudah melalui proses pelayuan (aging) standar.
·
Panduan praktis adalah
memiliki pengetahuan akan asal dan jenis potongan dari bagian ternak. Dari
sini kita dapat menentukan keempukan atau tekstur daging normal yang diperlukan
untuk hidangan yang akan disiapkan.
·
Suhu ideal untuk
menyimpan daging segar adalah 3°-4°C maksimal untuk jangka waktu 2-4 hari.
Untuk menyimpan lebih dari 6 bulan diperlukan suhu beku -18°C atau lebih
rendah lagi.
·
Sedang daging cincang,
harus digunakan dalam jangka waktu 24 jam untuk memastikan kualitas & rasa
yang terbaik.
·
Daging hanya boleh
dibekukan satu kali sebelum digunakan, jangan beku dan lumerkan daging berkali-kali.
Kebaikan daging juga nutrisi yang dikandung akan hilang dan kualitasnya akan
berubah
·
Jangan pernah memasak
daging beku dengan tujuan melumerkan dan mematangkan sekaligus
·
Semakin banyak lemak
dan otot yang dikandung, proses pemasakan memerlukan waktu panjang agar daging
dapat dikonsumsi dengan mudah (tidak alot)
·
Penanganan daging
segar dibutuhkan tempat yang bersih, higienis dan gunakan alas potong dan pisau
hanya untuk daging saja. Jika mengganti bahan makanan, bilas bersih sebelum
digunakan kembali untuk menghindari kontaminasi.
·
Daging mengandung
50-70% air, dalam proses pemasakan cairan berwarna merah bening akan tetap
keluar disebut ‘juice’ atau saripati bukanlah darah.
·
Pemberian garam lama
sebelum proses masak dimulai akan membuat cairan ‘juice’ muncul dipermukaan
daging. Jika ingin daging steak tetap empuk, hindari pemanasan yang
berlebih sehingga daging menjadi kering.
·
Rasa daging juga aroma
alami ditentukan oleh pakan yang dimakan ternak; rumput, dedaunan ataukah
bji2an seperti jagung, dll.
·
Keempukan daging
ditentukan oleh umur ternak, semakin muda semakin empuk karena jaringan otot
dan serat yang belum terbentuk; daging akan semakin mudah dikonsumsi.
·
Daging alot dapat
diempukan dengan cara meratakannya dengan palu daging sehingga jaringan otot
dapat dihancurkan sebelum dimasak. Cara lain adalah menusukan-nusukan dengan
garpu ataupun secara kimia yaitu dengan menambah meat tenderizer.
·
Penggunaan juga
penambahan lemak/minyak sewaktu memasak menolong daging untuk mempertahankan
rasa aslinya apalagi pada daging steak atau fillet
·
Lemak padat dapat
ditambahakan kedalam daging sapi dengan cara menyelipkannya ke tengah potongan
atau membungkusnya sebelum dimasak
·
Semua jenis potongan
daging/bagian dapat dikonsumsi, kuncinya adalah penambahan bumbu dan metoda
pemasakan yang tepat.
·
Perendaman daging
dalam bumbu mungkin akan mengurangi nilai nutrisi, dalam proses pemasakan
nutrisi dalam dikembalikan dengan penambahan bahan hidangan lain yang sesuai
untuk menghasilkan rasa yang berselera.
·
Lama pemasakan dalam
resep bahan daging agak sulit ditentukan karena pematangan sangat bergantung
pada jenis, banyak dan tebal daging yang digunakan
·
Pemanasan atau
pemasakan daging juga bertujuan menghilangkan organisme jahat bagi tubuh. Jika
kurang yakin akan mutu daging, penambahan waktu memasak dapat dilakukan dengan
resiko daging menjadi kering dan alot.
·
Daging yang sudah
matang dapat disimpan dalam lemari pendingin setelah 2 jam proses pemasakan
selesai. Gunakan wadah yang berpenutup.
·
Proses pemasakan yang
ideal adalah 1 kali saja. Pemasakan ulang pada daging setengah jadi hanya akan
membuat daging jadi keras dan kering.
·
Hidangan resep lokal
seringkali memberi bumbu yang berat untuk hidangan daging untuk mendapat hasil
yang baik karena kualitas daging yang berbeda-beda. Anda dapat mengganti daging
dengan kualitas yang terbaik dan sedikit bumbu; rasa daging alamipun dapat Anda
temui.
·
Pilihan memasak
daging adalah pemasakan cepat dengan api panas atau lambat dengan api
sedang. Membakar steak diatas bara atau menumis fillet diwajan panas akan
mempertahankan rasa dan tekstur yan tetap empuk. Dan untuk mendapat daging
kualitas medium (atau memiliki banyak tulang) menjadi diperlukan pemasakan
dengan api sedang dan lama.
·
Jangan pernah mencuci
daging dengan air atau membilasnya; gunakan kertas penyerap (paper napkin)
untuk mengurangi cairan berlebih.
Komentar
Posting Komentar